Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

MORAL

A. Moral

Moral berasal dari bahasa Latin kata mores, kemudian diterjemahkan menjadi "aturan kesusilaan". Dalam bahasa sehari-hari, yang dimaksud dengan kesusilaan bukan mores, tetapi petunjuk-petunjuk untuk kehidupan sopan santun, dan tidak cabul. Jadi, moral adalah aturan kesusilaan, yang meliputi semua norma untuk kelakuan, perbuatan tingkah laku yang baik. (Sumaryono, 1995).

Moral merupakan pengetahuan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab. Moral juga berarti ajaran yang baik dan buruk perbuatan, dan kelakuan (akhlak). Moralisasi, berarti uraian (pandangan, ajaran) tentang perbuatan dan kelakukan yang baik. Demoralisasi berarti kerusakan moral. Moral juga dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :

1. Moral murni, yaitu moral yang terdapat pada setiap manusia, sebagai suatu pengejawantahan dari pancaran Ilahi. Moral murni disebut juga hati nurani.

2. Moral terapan, adalah moral yang didapat dari ajaran pelbagai ajaran filosofis, agama, adat yang menguasai pemutaran manusia.

Sumaryono (1995) mengemukakan tiga faktor penentu moralitas perbuatan manusia yaitu : Motivasi,Tujuan akhir, Lingkungan perbuatan

Moralitas adalah kualitas perbuatan manusiawi, sehingga perbuatan itu dinyatakan baik atau buruk, benar atau salah. Moralitas instrinsik menentukan perbuatan itu benar atau salah berdasarkan hakekatnya, terlepas dari pengaruh hukum positif. Artinya penentuan benar atau salah perbuatan tidak tergantung pada perintah atau larangan hukum positif. Misalnya :

1. Gotong royong membersihkan lingkungan tempat tinggal.

2. Jangan menyusahkan orang lain

3. Berikanlah yang terbaik.

Moralitas ekstrinsik menentukan perbuatan itu benar atau salah sesuai dengan sifatnya sebagai perintah atau larangan dalam hukum positif. Misalnya :

1. Larangan menggugurkan kandungan

2. Wajib melaporkan pemufakatan jahat

Moral Dalam perspektif ajaran Islam adalah akhlak, oleh karena pembahasan moral di sini lebih ditekankan pada pengertian akhlak, sebagaimana diungkapkan oleh Al-Gazali

Akhlak adalah keadan batin yang menjadi sumber lahirnya perbuatan yang muncul secara spontan tanpa memperhitungkan untung dan rugi

. Kata "Akhlak" diambil dari bahasa Arab yang biasa diartikan tabi'at, perangai, kebiasaan bahkan agama. (Quraish Syihab, 2002)

. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata "ööAkhlak" diartikan sebagai budi pekerti atau kelakuan

Baik atau burukunya akhlak seseorang bermula dari hatinya (qalbu), sebagaimana Sabda Rasulullah SAW.

"Ingatlah bahwa dalam tubuh (manusia) ada segumpal darah yang apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuh (nya), dan bila ia buruk maka buruk pula seluruh (perbuatan) tubuh, ingatlah dia itu adalah al-qalbu.



Qalbu yang buruk atau tercela adalah qalbu yang berpenyakit yang awalnya diibaratkan sebuah noda atau titik kecil (rona), penyakit itu datang pada qalbu melalui interaksi sosial kehidupan manusia, akibat lemah atau tidak kontrol dan tidak adanya filter dari manusia yang menggunakan mudghah tersebut, dia akan terus bersemayam pada qalbu. Sebagaimana firman Allah SWT. Dalam Q.S. al-Muthafifin:14;

"Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka."

Bila tidak diobati, maka noda hitam (penyakit hati) itu akan terus membesar dan berkembang sampai menutupi seluruh qalbunya menjadi hitam legam, sehingga tidak mampu lagi menerima dan memantulkan cahaya kebenaran (Cahaya Ilahi) sebagaimana ditegaskan dalam Q.S. al-Baqarah:10;

"Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta."

Gambar di bawah ini menunjukkan bahwa penyakit hati yang berupa noda hitam terus membesar sampai total menutupi seuruh permukaannya

Dalam pandangan penulis penyakit hati itu berupa perlawanam terhadap tuntunan ajaran kebenaran yang bersumber dari wahyu Allah secara qoth'I maupun dhany, dalam praktiknya seperti mengambil hak orang lain, menghina orang lain, melakukan ketidak jujuran dalam penilaian kinerja bawahan, melakukan manipulasi data dalam pelaporan keuangan (tidak acountable), dan banyak lagi sampai pada puncaknya penolakan tehadap kebenaran yang biasanya dimuali dari pembiasan kebenaran kecil-kecilan secara bertahap.

Rasulullah SAW membagi hati manusia ke dalam empat kelompok sebagaimana Sabdanya;

"Dari Sahabat ali r.a., Rasulullah SAW bersabda: 'hati itu ada emapat macam, pertama, hati yang terang bersinar penuh cahaya yaitu hatinya orang yang beriman, kedua, hati yang tertutup yaitu hati orang kafir, ketiga, hati yang terbungkus yaitu hati orang manafik, dan keempat hati yang memiliki dua macam benih keimanan dan kemunafikan, yaitu hatinya kelompok manusia yang mencampurkan adukan kebaikan dan keburukan."

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar